Viona Paramita, Nail Artist Juragan POPCOAT Spesialis “Kecil-kecil”

Namanya Viona Paramita, akrab disapa Vio. Pertama kali kita kenal ketika Vio datang ke Bandung untuk menghadiri Kumpul Kreavi di Institut Teknologi Bandung yang gue buat. Singkat kata acara ini merupakan gathering untuk para penggiat kreativitas. Di situ gue juga kenalan dengan partnernya, Timothy Istianto (Timmy) yang kemudian sempat bergabung beberapa saat menjadi team Kreavi.

a.png
Viona Paramita

v.png
27 Januari 2014, Kumpul Kreavi di ITB. Baris paling bawah: Vio adalah yang duduk ke-3 dari kiri (jaket cokelat), gue yang ke-5 dari kanan

 

Sejak itu kita jadi sering ngobrol. Nah Vio ini ternyata ilustrator yang sangat kece badai. BADAI BRO, BADAI… Mau lihat karya-karyanya? Bisa dipantau lewat akun Instagramnya: @tmv.design. Akun social medianya memang dinamakan dan memiliki konten yang mewakilkan Vio dan Timmy. Mereka juga membuat intelektual properti bersama yaitu karakter Manka dan Mbamoe.

av

v.png

a
Karakter Mbamoe oleh Vio dan Timmy, monyet yang lebih stylish dari gue (source semua karya: https://www.instagram.com/tmv.design/)

 

Oke, di sini gue sedang mau fokus menceritakan tentang Vio. Temen gue yang satu ini sangat kalem, polos, baik (tingkat parah, kalo bumi kenapa-napa pasti dia diangkat ke surga duluan dah), rendah hati dan sangat berbakat. Kalau dari tadi gue kasih liat karya berdua dia dan Timmy, setelah ini gue akan kasih lihat karya personal Vio.

aaaaaaaaaa

aaaaa
Berbagai karya Vio yang menggunakan teknis manual dengan berbagai media. Bisa dilihat Vio sangat detail dalam mengerjakan karyanya

 

a.png
Detail abis. Baper dah ngeliatnya pengen langsung menggambar lagi!
a.png
CURIOUSER \\ TMV for Basha Initiative. One of my favorite!

 

Setelah lama menekuni ilustrasi sebagai freelancer ilustrator, ternyata itu tidak mudah bagi Vio yang merantau ke Jakarta. Project tidak pasti datang secara konsisten, sedangkan bill terus muncul tanpa mengenal situasi. Gue pribadi sedih melihat kenyataan ini. Kok bisa? Padahal bisa dilihat sendiri diatas, karya Vio badai banget. Attitudenya juga baik. Namun Vio terus konsisten berkarya, bahkan dalam situasi apapun, dia tidak pernah mengurangi kualitas karyanya.

Baca juga: MAHALNYA LINGKUNGAN DAN NETWORK

Memang dari zaman SMA, Vio juga menggemari nail art, yaitu seni menghias kuku. Ketika dapat uang saku untuk kuliah, nggak jarang uang tersebut langsung dibelanjakan produk kuteks (kalo mamanya tau bisa disemprot). Bahkan Vio hafal di luar kepala segala teknik nail art yang dia pelajari lewat Youtube tanpa dia pernah mempraktekannya, karena di Surabaya waktu itu sulit menemukan supplier bahan kuteks yang sesuai.

whatsapp-image-2016-11-29-at-2-24-11-am
Hasil latihan Vio menggunakan kuteks bermerek yang mulai dia beli di tahun 2012 – 2013. Dokumentasi karyapun sangat seadanya

 

Mei 2015, Vanny Adelina, sepupu Vio yang berprofesi sebagai make up artist berkata, “kenapa lo nggak coba seriusin aja nail art?” Akhirnya mulai 8 Juli 2015 Vio mencoba untuk lebih fokus ke bidang nail art dan membuat brand Popcoat, yaitu jasa nail art artisan Vio yang social medianya bisa dilihat di https://www.instagram.com/popcoat/

Vio selalu berlatih, minimal seminggu sekali. Kadang juga setiap hari agar tangannya lebih luwes. Tapi latihan memang tidak menghianati. 

“Karena dengan latihan jadi terbiasa, dari latihan jadi lebih mengenali kuas dan sentuhan dalam mengerjakan karya” kata Vio.

Latihan ini bisa dilangsungkan dari siang sampai tiba-tiba sudah larut.

 

whatsapp-image-2016-11-29-at-2-23-43-am
Perbandingan hasil latihan Vio dari zaman jadul

 

Selama 4 bulan pertama, yang dilakukan adalah menggunakan kuku teman-temannya untuk dikuteks secara gratis dan hasilnya digunakan sebagai konten social media Popcoat.

Sebenarnya Vio merasa ada beberapa kesulitan karena tidak menjalani pendidikan formal dibidang nail art. Vio melakukan trial error yang sangat banyak, mencari tutorial lewat Youtube, juga melakukan riset mandiri untuk komposisi campuran liquid yang digunakan dan aman untuk customer. Namun karena banyak ketidaktahuan, Vio pernah tertipu oleh pedagang ketika membeli produk gel polish.

Awalnya Vio hanya menggunakan kuteks (nail polish) biasa yang dijual dipasaran. Menggunakan nail polish, proses pengeringannya lama dan juga hasilnya tidak bertahan lama. Dalam 3 hari bisa ngelotok! Menggunakan bahan seadanya ini, jasa Popcoat tidak terlalu dilirik.

a.jpg
Nail polish yang awalnya digunakan untuk Popcoat

 

Akhirnya klien pertama yang mengontak Vio yaitu salah satu make up artist ternama lokal, ingin menggunakan jasa Popcoat menggunakan Gel polish (bahan kuteks semi polymer yang tidak sepenuhnya liquid sehingga harus dikeringkan menggunakan sinar UV/ sinar LED dan hasilnya tahan lama). Namun karena Vio saat itu hanya memiliki kuteks seadanya, order tersebut batal. Saat itu Vio sadar bahwa nail polish sudah tidak mendukung kebutuhan industri target marketnya dibandingkan dengan bahan gel polish yang kualitasnya memang jauh lebih baik.

Oktober 2015, Vio membeli 20 botol gel polish dan lampu LED UV. Karena lumayan bokek, untuk bahan pendukung lainnya menggunakan alat dan bahan seadanya seperti kuas dan aksesoris glitter yang sudah dimiliki sebelumnya.

aa.jpg
Buat yang penasaran, ini lampu LED UV untuk mengeringkan gel polish
a.png
Setelah membeli gel polish, Vio membuat paket harga untuk customer. Ini adalah harga Popcoat update November 2016.
aa
Foto klien pertama Popcoat pada 30 Oktober 2016 dan langsung diposting disocial media agar ada konten. Kalo sekarang sih semua konten yang tidak memenuhi standar visual dari brand Popcoat sudah dihapus
aaa
ENCAPSULATION : Almond gel extension with crushed shell encapsulated inside
aaaa
HARLEY QUINN – senang banget ngeliat yang ini, secara gue jadi korban film Suicide Squad dan demen banget sama Harley Quinn plus Joker! Gilanya, nail art kayak gini dibuat manual dengan Vetro Gel Japan, tidak menggunakan sticker!
aaaaa
Aksesoris nail art buatan Vio dengan bahan 4D gel yang menggambarkan karakter dari Ghibli. Mungkin sekarang kalian baru mengerti maksud judul artikel ini, spesialis “kecil-kecil”
WhatsApp Image 2016-11-29 at 2.24.13 AM.jpeg
Lebih banyak lagi si aksesoris 3D handmade buatan Vio. Ukurannya sama kayak picture sebelum ini wkkwkw
aaaaaa
JUST KEEP SWIMMING. Kalo bikinan Vio kayak gini jadinya. Kalo gue yang bikin mungkin jadinya ikan Teri ._.

 

aaaaaaa
20 Desember 2015, Vio menjadi volunteer #NailsforCharity dari komunitas Nails Culture bekerjasama dengan Rons Laboratory

 

aaaaaaaaaa
15 Februari 2016, pertama kali launching Popcoat Nail Course. 25 Februari 2016, pertama kali Vio mendapatkan murid untuk Popcoat Nail Course
aaaaaaaaaaa
16 Mei 2016, yang sebelumnya selalu melakukan service mobile, Popcoat akhirnya memiliki studio mini di apartemen pribadi yang disewa Vio di daerah Jakarta. (dokumentasi 22 November 2016). 10 Juni 2016, pertama kali ada murid yang mendaftarkan diri untuk kelas masterclass. Kelas diadakan di studio ini.

 

April – Mei 2016 pengeluaran membengkak dikarenakan pembelian bahan nail art, biaya sewa apartemen dan furniture. Siapa sangka dibulan Juni 2016, modal penyewaan unit aparemen serta pengadaan furniture sudah balik modal. Juli 2016, Popcoat sudah mendapatkan surplus yang plus plus.

aa.jpg
Berasal dari Amerika, ongkos kirim gel polish plus administrasi jasa doang menghabiskan hampir 2 juta rupiah, Ini semua peralatan dan bahan kalo dijual bisa lunasin cicilan gue loh ._.

 

Vio terus menekuni keahliannya dengan serius. Gue percaya kualitas yang baik apabila didukung dengan kesempatan akan mendatangkan barokah (eaaa). Kesempatan demi kesempatanpun berdatangan.

a

aa
13 Juli 2016, FRUITFUL SEQUEL (atas) dan SWEET TOOTH (bawah), karya nail art Vio untuk nail art tutorial of Highendteen Magazine August 2016 – 100thIssue.
aaa
21 Agustus 2016, Vio menjadi nail artist untuk keperluan photoshoot Eva Celia yang akan digunakan untuk iklan billboard Samsung Galaxy A Series
v.jpg
Agustus 2016, masih terus berlatih, Vio menggambar meggunakan tangan kiri juga agar bisa melakukan nail art untuk personal

 

 

a
18 Oktober 2016. Karya Vio yang menjadi FIRST RUNNER UP nail art competition yang diadakan oleh Indonesia Nail Association 2016. Pertama kali ikut kompetisi, dan karya ini disubmit 2 jam sebelum deadline!

1

2
22 November 2016. Latihan teroshhhh makkk si Vio
WhatsApp Image 2016-11-29 at 2.23.42 AM.jpeg
Postingan 28 November 2016, MOANA – Seperti biasa nggak pake sticker, seluruhnya handpainted only using Vetro Gel Japan! Makkk!

 

whatsapp-image-2016-12-07-at-5-57-40-pm
6 Desember 2016, Vio mewujudkan impian gue untuk memiliki karakter Harley Queen dan Joker di kuku gue, kyaaaa gemesh

Thank you Viona Paramita, gue belajar banyak hal dari lo yang sangat rendah hati ini. Gue percaya Vio bisa menginspirasi banyak orang 🙂

 

Baca juga: BELAJAR DARI NENEK

Baca juga: NAME CARD BARU JOJO, DESIGN BY TMV

2 respons untuk ‘Viona Paramita, Nail Artist Juragan POPCOAT Spesialis “Kecil-kecil”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s