Tentang Sesuatu Yang Berharga

Pada beberapa waktu lalu, gue berkesempatan main ke daerah yang selalu istimewa dan bikin kangen, Jogjakarta. Sebenarnya tujuan utamanya adalah menghadiri dan mensupport kawinan sahabat baik gue di tanggal 17 Desember 2016.

Nah. Ketika di Jogja, selain kegiatan menyangkut kawinan temen gue, sisa waktunya mayoritas gue diculik beberapa teman untuk makan, berkeliling Jogja, cobain makanan khas maupun main ke daerah wisata di sana. Pada 15 Desember 2016 gue diculik main ke Keraton Jogja dan Museum Kereta di sana.

Karcis masuk ke Keraton. Mure tapi mendatangkan rasa shenang
Shenang
Ditemani Mas Gemesh sebagai tour guide dengan biaya Rp 75.000,-
Beberapa busana yang digunakan di Keraton Jogjakarta pada masa dahulu
Sumpah di sana dipenuhi ornamen keren yang menjadi bagian dari arsitektur yang kece badai. Ini salah satu motif dari lantai di Keraton

Hits banget ya ampun
Singgasana yang seringkali digunakan untuk pelantikan
 

Sebenarnya di sana jauh lebih keren daripada dokumentasi gue di atas. Ini hanya sebagian kecil yang ada. Tadinya gue pikir Keraton ini masih ditinggali oleh keluarga Kerajaan, namun menurut Mas Tour Guide Gemesh, saat ini bangunan Keraton Jogjakarta tidak ditinggali namun digunakan untuk menyimpan barang pusaka maupun sesuatu yang berharga.

Lalu kita melipir ke Museum Kereta di sana

Kereta Kencana. Konon katanya sampai sekarang dilakukan proses pemandian kereta, dan penduduk sekitar percaya bahwa air hasil pemandian kereta bisa mendatangkan berkah

Kereta-kereta hits

Entah kenapa gue jadi berpikir. Mereka mengerti sekali kalau sesuatu yang berharga ya dirawat biar nggak rusak. Bahkan sampai disimpan di Museum. Dilindungi agar selalu aman.

Gue sendiri suka lupa untuk memperlakukan sesuatu yang berharga buat gue dengan baik. Padahal bagaimana gue memperlakukan itu semua (barang, pemberian, orang, dst) menunjukan seberapa besar gue menghargai dan menyayangi hal itu. Semua menunjukan di urutan berapa hal itu berharga/menjadi prioritas di hidup gue.


BACA JUGA: Mahalnya Lingkungan Dan Network

Pada 22 Desember 2016 kemarin, gue mendapatkan kiriman gemesh dari 2 teman yang sangat baik, Dennis Adishwara dan Vina Soraya, yaitu brownies cokelat buatan Raya.

Kutaksabar mauh bukah
Kushenang kubhahagia kuberterimakashiong

Ada kartu gemesh
Brownies cokelat gemesh dari http://instagram.com/madebyvinazo bikinan Raya. Makashiongggg Raya dan Dennis, malem itu langsung gue icip bareng teman gemesh
 

Rasanya hati gue jadi hangat menerima gift ini, apalagi handmade. You can give without loving but you can’t loving without giving. Di sini yang diberikan nggak harus barang atau uang, tapi bisa berupa kesempatan, effort, waktu, urutan sebagai prioritas dalam hidup, dan sebagainya. Atau misalnya, kalau selama ini lo bilang lo cinta sama pekerjaan lo atas nama passion atau apapun itu, tapi lo nggak memberikan effort yang terbaik, berati lo gombal doang kayak lelaki kerdus. Bilangnya sayang sama dia, tapi nggak pernah ada buktinya, eaaaa.


BACA JUGA: Memilih Circle Terdekat


Kadang yang sulit juga adalah mengungkapkan betapa hal itu berharga. Tapi apabila itu penting untuknya, mungkin kita harus belajar lebih ekspresif dan jujur dalam mengungkapkan itu. Demi semua yang berharga untuk kita.

Satu respons untuk “Tentang Sesuatu Yang Berharga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s