Perjalanan Faza Meonk Si Kucing Liar Yang Lincah

unnamed-1
Ahahahaha baca judulnya kzl. Cuma yaudah, gue mau cerita nih tentang salah 1 teman gue, Si Kucing Liar. Nama bekennya sebagai kreator di dunia kreatif lokal, Faza Meonk. Pertama denger Faza Meonk, kesel gue. Berasa apaan sih, namanya alay gitu. Tapi karena sekarang temenan, yaudah jadi lucu-lucu aja (apaan nih gak objektif gitu gue). Cuma memang nih anak sih gila. Lebih muda dari gue tapi cemerlang banget. Gue emang gak percaya hukum kalo cuma bisa belajar dari yang lebih tua. Kita bisa belajar dari siapapun. Dan dari Faza, gue banyak belajar. (Source pic: doc)

2d11610991-today-cats-reading-140212-01-today-inline-large
Dari dulu Faza didukung Nyokapnya untuk mendalami animasi, komik ataupun apapun ilmu yang dia mau. Butuh alat atau bahan gambar, pasti dibeliin. Tapi Nyokapnya mengharuskan Faza hobi membaca karena katanya kalau membaca, wawasannya luas. Atas dasar itu, dari umur 5 tahun, Faza dibanjiri buku oleh Nyokap, termasuk komik. Dan dari situ dia jadi suka menggambar. Source pic: doc
giphy
Dari SD Faza sudah membuat komik di sekolah, difotokopi dan dijual di sekolah. Tarikan garis dan karakternya waktu itu diinspirasi dari Doraemon dan Dragon Ball. 20 halaman seukuran a5 dijual @500 rupiah. Komiknya diborong sama temen sekelasnya. Abis itu jadi tajir, jajan di kantin. (Source pic: doc)
cat-painting-2061
Akhirnya waktu SMP, selama 2 tahun setiap hari Jumat Faza kursus komik di Machiko Manga School (Kemang). Untuk SMA, dibandingkan sekolah umum, Nyokapnya merekomendasikan Faza untuk masuk ke SMK Animasi. Deal. Faza masuk ke SMK Cakra Buana yang merupakan salah 1 generasi pertama SMK berjurusan Animasi di Indonesia, berlokasi di Depok. Faza masuk sebagai angkatan ke-4. (Source pic: doc)
cat-on-laptop
Waktu itu Faza passionate banget. Yang belom diajarin gurunya di SMK, dia udah bisa duluan karena dia cari resource sendiri dari banyak buku (waktu itu internet belum booming). Dia merasa kalau menunggu ajaran guru di sekolahnya, hasratnya gak terpuaskan.
createimage_medium
Faza jadi anak emas gurunya di SMK (source pic: doc)

 

BACA JUGA: Manusia Itu Bukan Mie Instan

 

fulmer_zaida_-_silver_persian
Akhirnya di SMK, Faza sering diikutkan dan menang dalam lomba animasi tingkat nasional. Dia melihat billboard besar yang kontennya berisi dia menang lomba. Gara-gara beginian, Faza jadi percaya diri dan ingin menonjol (source pic: doc)
image
Waktu SD dan SMP, Faza kesulitan di mata pelajaran eksak (seperti manusia “otak kanan” pada umumnya). Yang ada di marahin kalau gambar-gambar melulu di sekolah. Ketika di SMK animasi dan Faza menjadi sangat menonjol, “dianggap SOMEBODY”, diapresiasi dan di dukung di sekolahnya, dia menjadi bahagia. Akibatnya di sana dia mengerjakan apapun dengan senang, bahkan untuk mata pelajaran eksak. Karena shenang, Faza jadi maksimal dan dapat nilai terbaik di Ujian Nasional. Ntap. (Source pic: doc)

Faza gak bisa diem anaknya, mungkin kebanyakan gula kayak gue. Selain memang banyak gaul lintas bidang, dia aktif banget di banyak komunitas. Karena nggak suka rokok, secara random ikut di sidang mahkamah konstitusi sebagai saksi RUU yg membahas tembakau. Doyannya main game, jadinya aktif berforum (tuker-tukeran cheat) dengan gamers lainnya di  komunitas Indogamers buatan Maxindo. Tau-tau udah jadi moderator.

2d11610991-today-cats-reading-140212-01-today-inline-large
Tau-tau bikinin emoticon untuk di forum. Tau-tau udah jadi team volunteer event membuat gathering akbar untuk para gamers lokal. Semua as volunteer, nggak dibayar.

 

BACA JUGA: Mahalnya Lingkungan dan Network

 

max_400_07_cats-kittens-mothers-day
SMK kelas 2 pun Faza mulai banyak mengerjakan project freelance. Pada masa itu, beberapa job didapat dari Nyokapnya, karena ketika network Nyokapnya Faza memiliki kebutuhan animasi, akan ada statement, “anak gue bisa bikin kayak gitu.” (Source pic: doc)

Waktu mulai ngerjain project freelance itulah tercipta:

meonk_studio_pop_art_by_fazameonk
JUK TAK DESSSSSS! #EFEKDRUM (source pic: doc)
meonk_studiooo_by_fazameonk
Kesel gue ngetik “MEONK STUDIO.” Nggak ada nama laen apa? Ceritanya biro milik Faza menerima semua job kreatif. Katanya sih selain logo yang norak, si Meonk Studio ada bumpernya juga. Ceritanya buat sok-sok profesional, punya name card yang norak gitu,. Ceritanya punya team padahal sebenernya semua role mulai dari admin sampai eksekusi kerjaan, dikerjain sendiri.
whatsapp-image-2017-01-24-at-11-21-05-pm
Misalnya pernah  dapet 1 project, nggak cuma branding as designer graphic tapi juga menjadi operator multimedia untuk teman nyokapnya yang berprofesi sebagai pelatih NLP. Seluruh hasil freelance ini semua ditabung untuk membeli semua kebutuhan berkarya.
whatsapp-image-2017-01-24-at-11-19-31-pm-1
September 2008, Film animasi untuk tugas sekolah :))) (Source pic: doc)
600px-mom-cat-grooming-kitten
Faza sudah terlalu nyaman bekerja dan tidak ingin kuliah tetapi Nyokapnya menghimbau dia untuk kuliah. Bukan untuk mengejar teknis skill, tetapi network yang lebih luas. Akhirnya si Kucing Liar ini menjadi mahasiswa dari satu-satunya Universitas yang di tahun 2009 memiliki jurusan animasi serta bisa mendapatkan ijazah S1, yaitu Bina Nusantara. Kenapa harus S1, karena Nyokapnya yang mau dia dapet izasah. (Source pic: doc)
1914731_1216793750394_7109795_n
Postingan social media Faza, 8 Oktober 2009. Amsiong. Faza ngantuk waktu nyetir motor, kecelakaan. Tangan kirinya mengalami cacat sampai sekarang, nggak bisa membawa beban yang terlalu berat. Amsiong. Katanya sih kalo nggak ada kejadian ini, dia berasa bisa jadi aktor karena dia doyan akting. Amsiong. Untung aja Kucing Liar ini tetap shemangat!

 


“Helpless is a condition, but hopeless is a decision”

Jose Carol

BACA JUGA: Belajar Dari Nenek

 

167231_190804774271560_5099934_n-1
Seperti biasa Faza sangat ambisius. Tapi kok mahasiswa di sekeliling dia pada selow gitu. Kuliah pulang kuliah pulang. Buat nyindir teman-temannya, tahun 2010 Faza membuat komik DKV 4. Komiknya dibuat bercerita tentang mahasiswa desain grafis dengan target market mahasiswa desain juga. Komik DKV 4 dishare di Facebook, blog pribadi dan Kaskus. Tapi nih gambarnya sih bener-bener gak niat ye, pedes mata gue. (Source pic: doc)
168682_192757634076274_6261493_n
Ternyata walaupun komik DKV 4 disajikan dengan gambar yang jelek secara visual (malah kadang-kadang kayak gak niat) komik ini menghibur banyak orang dan getting viral. Dari situ Faza mendapatkan insight bahwa bikin komik bukan tentang keren-kerenan gambar dan cerita yang ngejelimet saja, tapi bagaimana komik lo bisa sampai ke target market lo, dengan gambar yang sesuai dengan cerita lo. (Source pic: doc)
40788_1528264896978_4676792_n
17 Agustus 2010, sketch iseng butsu Faza di handphone. Ini sih gue masukin biar yang baca pada semangat aja yak, Faza aja sketchnya horor kek gini (HAHAHA SORRY ZA!) bisa sukses kok, apalagi kamoh yang gemes-gemes! (source pic: doc)
305021_2431132422431_1598036241_n
16 September 2011. Bareng teman-teman kampus Binus. Faza yang paling kiri noh yang pake syal butsu (source pic: doc)
399185_2624505366113_1049344313_n
Zaman Faza masih kenaruto-narutoan. Wkwkwkkw… (source pic: doc)
167231_190804774271560_5099934_n
Karena dia ngerjain projek animasi aja penghasilannya memang “lumayan banget”, jadinya dia berpikir, bahkan mending menjadi desainer grafis daripada ngomik yang “nggak ada duitnya”. Tapi melihat insight bahwa pasar untuk komik di Indonesia cukup besar dan ada harapan, Faza memutuskan kembali aktif ngomik. (Source pic: doc)
unnamed-1
Pada 2011, Faza membawa naskah komik berjudul Komik Ngampus!!! Buka-bukaan Aib Mahasiswa, dengan cerita yang lebih general dari sebelumnya. Buku ini menggambarkan tentang mahasiswa (nggak cuma jurusan desain) dan ditawarkan kepada 4 penerbit. Sebenarnya ke-4 penerbit itu menerima naskah komik ini tapi pilihan Faza jatuh ke Penerbit Bukune yang saat itu nggak umum untuk dunia komik. Bukune banyak menerbitkan buku beraliran pelit (personal literatur) yang laku di pasaran, termasuk buku karya Raditya Dika. Pertimbangannya adalah, gimana biar komiknya bisa laku di pasaran, nggak cuma ramai di kalangan pecinta komik niche aja.
most-cutest-sad-cat-next-to-the-trees-leaves-4k-wallpaper
Dengan ambisius dan PD Faza merasa: begitu Komik Ngampus terbit, pasti best seller! Tapi ternyata tidak semudah itu menjadi king of party! Kenyataannya adalah, walau ketika 2011 punya 4.000 followers di Fan page Facebook Komik DKV4, ya belum tentu semuanya beli produknya. (Source pic: doc)
syafial-rustama
Faza diperkenalkan ke dunia Twitter oleh Syafial Rustama (Fial), editornya, dan dari sana jaringan networknya bertambah. Menariknya adalah, banyak diantara seleb Tweet ternyata orang dari berbagai background seperti dari media, agency, dst. (Source pic: doc)
2be85c436eea8d353b73aadfc7640e7a
Si kucing liar ini selalu aja gaul lintas bidang. Dia ngerasa, nggak boleh main cuma sama orang dari kaum yang sama atau bidang yang sama. Ujung-ujungnya semua bukan cuma soal skill menggambar saja, tapi bagaimana kita mengembangkan skill yang lain seperti networking, managemen project dst. Gambarnya jelek, tapi akhirnya Faza semakin populer. Dia mendapatkan banyak point of view dari berbagai background, wawasan semakin luas dan semakin open minded. Nggak gampang baper. Dia bisa mengerti sikap orang yang berbeda-beda diakibatkan background yang berbeda juga. Dari wawasan yang semakin luas, jadi semakin kreatif waktu mencari problem solving. Idenya tumpe-tumpe. Kalo ngeliat orang yang hebat, daripada iri dan nyinyir, mending digaulin dan dipelajarin. (Source pic: doc)
indexed-fat-cat
Dari networknya yang semakin luas, kesempatan dan project berdatangan sampai tumpe-tumpe. Karena nggak semua bisa dia terima, biasanya yang diterima itu project yang memang dari referensi teman, karena “nggak enak nolak.” Nama Faza semakin naik di dunia perfreelance-nan.

 

Duit ngalir, dapur ngebul. Tapi mau sampai kapan kayak gini? Padahal sejak SMP, Faza selalu punya kegelisahan. Kalau dulu kita memiliki karakter fiksi populer seperti Si Unyil, si Komo, namun tidak ada regenerasinya. Waktu itu Indonesia tidak memiliki karakter fiksi populer yang benar-benar dicintai masyarakat.

Sambil terus freelance di tahun 2012, dengan dorongan Fial, Faza akhirnya menyeriusin karakter Si Juki (bahasanya “diseriusin”, emangnya mau dikawinin?) karena karakter ini banyak yang suka. Menurut Fial walau hasil penjualan komik Ngampus tidak sesuai target, tapi Si Juki potensinya besar untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Kali ini pasarnya yang tidak hanya diperuntukan untuk mahasiswa saja.

1453461_10205259218270408_7806662179867994041_n.jpg
Sejak itu Faza mencari tau (mungkin cone di atas kepalanya bisa membantu dia berpikir) secara autodidak, dengan mencari data di internet dan berasumsi sendiri, bagaimana dahulu kala karakter Doraemon bisa berkembang? Bagaimana Marvel Comic berkembang? Kesimpulannya adalah ini semua bisnis lisensi. Semua aset yang mau digunakan harus meminta izin author/ pemilik lisensi. Dengan inshigt tersebut, dia nggak boleh konsentrasi cuma di dunia komik. Tapi bagaimana iklim industri kreatif bisa didevelope sehingga seperti di Jepang dan Amerika misalnya. Kalau mereka bisa, Indonesia juga harus bisa! (source pic: doc)

 

Tidak seperti komikus Indonesia pada umumnya, Faza membuat roadmap untuk karakter buatannya. Seluruh planning Juki ke depan, model bisnisnya apa aja. Kalau penggemar Juki udah sekian, Juki harus achieve apa gitu. Waktu sudah sampai tahap apa, Juki harus melangkah bagaimana gitu. Tahun berapa sudah harus punya produk merchandise. Dst.

 

Faza memandang proses mendevelope Si Juki sebagai bisnis yang serius. Seperti bisnis pada umumnya, membangun Si Juki butuh modal. Karena nggak dengan modal uang, Faza invest waktu di tengah kesibukan load project freelancenya untuk mengerjakan juga mengeluarkan konten untuk social media dan thread Kaskus, gratis, berupa komik Si Juki selama setahun. Konten dikeluarkan dengan konsisten!

995038_10201405584571974_570577138_n.jpg
24 Juni 2013, meeting #TeamSuksesJuki (source pic: doc)
1477474_10202521501389197_390210358_n.jpg
21 November 2013, #TeamSuksesJuki di event HelloFest 9. Baris atas dari kiri: Dimaz Prasetya, Faza Meonk, Charles Siagian, Levina Lesmana. Baris bawah dari kiri: Imas Lestari dan Pratama Damara Putra (source pic: doc)
1504065_10202782449912747_663960240_n.jpg
23 Desember 2013. Berawal dari kenal dengan Danang dan Darto yang merupakan host dari program The Comment ketika Faza bekerja di Prambors(2012-2013 jadi pegawai yang nggak harus kerja di kantor). Danang dan Darto mengajak Faza untuk menghandle semua kebutuhan visual untuk Konser Trio Lestari. Di atas adalah dokumentasi makan-makan bareng team kreatif project tersebut. Lumayan lah dari semua project freelance Faza, bisa untuk operasional hidup sambil bikin konten Juki (source pic: doc)

Makin banyak konten, makin banyak fans lah Si Juki. 1 hari ada anak yang demen banget sama duit, Charles Johannes Siagian yang tau Faza sebagai sesama aktivis Indogamers. Charles mengirimkan chat melalui Yahoo Messanger, “Za, gimana kalau si Juki kita duitin aja? Gue bikinin merchandisenya, lo gue kasih royalti.” Ya Faza mau aja. Akhirnya mereka dengan sistem bagi hasil, merchandise Si Juki mulai dijual di social media Si Juki.

Rasanya si Juki perlu nih dibikin websitenya. Faza cari tau gimana cara bikin website, dan voila, lahir http://sijuki.com/ yang didevelope sendiri, simple, pake WordPress. Segala hal yang dibingungin ketika mendevelope web Juki, Faza pasti nanya sama pengusaha EO yang juga mahasiswa IT Binus. Namanya Dimaz Prasetya.

Segala hal lancar dan berkembang. Tapi lelah hidup sendiri, akhirnya Faza ngumpulin Dimaz dan Charles yang memang shenang sama Si Juki, share mimpi dan rencananya untuk Juki dan mengajak mereka jadi team sakses (bukan typo kok emang gue sengajak nulisnya sakses) Juki lewat role masing-masing. Faza merasa Charles dan Dimaz bisa mengisi kekurangan dia dalam berbagai hal. Akhirnya mereka jadi 1 geng, tanpa duit-duitan dulu. Juki makin sakses, akhirnya ada sistem gaji. Team sakses makin bertambah.

 

Kebutuhan social media dan website memaksa untuk mencari copywritter. Faza nyemplung ke komunitas blogger lokal, toel “kepala”nya, lalu meminta rekomendasi penulis yang bagush, dikontek satu persatu, akhirnya ngerekrut beberapa penulis termasuk si Yahya Muhaimin (Mamon) juga untuk menjadi team sakses Juki cuma dengan bilang, “gue yang bikin Si Juki. Lu mau nggak kontribusi?” Shombong abis tapi gapapa. Ternyata waktu jadi team sakses yang berstatus volunteer, Mamon kreatif dan kece badai, ditariklah ke team inti daripada bengong doang di Pontianak. Makin sibuk di Juki, tahun 2013 Faza resign dari Prambors agar lebih fokus di Juki.

pionicon
2014, The Founder (emangnya nama band) mendirikan Pionicon, perusahaan publisher karakter fiksi. Sebenarnya mereka bisa mapan dengan fokus membangun bisnis dari karakter Si Juki. Tapi bukan itu visi Faza. Dia nggak mau tajir sendirian. Mereka mau banyak karakter lokal menjadi populer dan disukai masyarakat. Juga gimana biar industri kreatif lokal semakin terbangun. Kalo Juki doang yang hits, sama aja boong. Balik lagi ke zaman dulu di mana karakter lokal yang hits cuma Unyil, Komo dst. (Source pic: doc)
karakter
Pionicon mendevelop dan memanage karakter dari kreator lokal. Mulai dari promosi, licensing, hingga bagaimana Intelektual Properti lokal bisa diturunkan kedalam komik, merchandise, animasi, ilustrasi, game, film dan produk lainnya. Dalam mengembangkan Pionicon, mereka tetap bootstrap (tidak menggunakan dana investor) sampai sekarang. Mandiri dan nggak ngegeng sama siapapun. Tapi semua itu teman :p (Source pic: doc)
vusya.jpg
Salah 1 postingan di Facebook Page Vusya, karakter alien keren yang sedang menjalani suatu misi di Planet Bumi. (source pic: doc)
bedil.jpg
Salah 1 postingan dari Facebook Page Si Bedil, karakter Mahasiswa semester 5 yang omongannya suka nyentil (source pic: doc)
10530877_10204588181814916_8400295462670694359_n.jpg
8 Agustus 2014, Buku #BeraniBeda sudah beredar di toko buku lokal. Ceritanya Si Juki ikut mencalonkan diri jadi presiden. #TeamSuksesJuki turut berperan dalam proses pembuatan buku ini, terutama Fial dan Mamon  (source pic: doc)
10672074_10204895411815474_2684579600133282882_n.jpg
18 September 2014, Faza dan Jendral Pavlichenko bersiap ke POPCON ASIA 2014, event Pop Culture yang memberikan panggung untuk kreator lokal (source pic: doc)

 

40788_1528264896978_4676792_n

unnamed-4
Beberapa prestasi karakter Si Juki. 18 Desember 2015, Faza mendapatkan penghargaan Global Popularity Award dari LINE Corporation di Korea. Source pic: Doc
10367678_10205364173014211_5129544701045314800_n.jpg
Postingan FB Faza, 19 November 2014, Komik Si Juki Cari Kerja cetakan terbaru dipublish Bukune
2be85c436eea8d353b73aadfc7640e7a
2 Februari 2017, Emoticon Sticker Si Juki telah didownload 15 juta user Facebook dalam waktu sebulan. Hits lah. (Source pic: doc)
blob:https://wordpress.com/7b68b387-4aa9-4bf6-9acb-9d73f1346684
Jelas agar karakter fiksi ini bisa populer, mereka harus bisa memenangkan hati pasar yang luas. Tapi Faza merasa, akhir-akhir ini banyak pengarang komik lokal manja. Dikasih kritik dikit bete. Misalnya sekarang ada platform komik dari LINE, Webtoon, yang memiliki traffic pembaca yang bagus. Demografi pembaca Webtoon bukan hanya dari latar belakang kreator komik, tapi “pasar” yang sebenarnya. Para pembaca Webtoon bisa dengan bebas memberikan komentar di setiap laman komik. Tapi baru dapet komentar negatif sedikit aja, komikusnya ngeluh, “ih gak mau bikin komik lagi ah di Webtoon ih. Ih males ah bikin komik ih.”

Padahal, yah itulah pembaca lo. Jangan-jangan selama ini komik lo cuma di baca temen-temen lo doang, yang muji-muji lo doang kerjaannya. Komikus kita zaman dulu susah banget bisa nerbitin komiknya lewat publisher, apalagi dapat komen dari pembaca. Sekarang di era digital, ada platform komik yang mempertemukan lo langsung dengan banyak pembaca, baru dikomenin, dikatain dikit aja, baper. Padahal sebenarnya ya itu yang terjadi waktu produk lo nyampe ke orang awam. Apa karena ini generasi baru yang emang udah ngenal internet, jadi emang gak tau aja gimana susahnya zaman dulu?

2be85c436eea8d353b73aadfc7640e7a.jpg

Kalo tiba-tiba lo ngerasa down waktu mendapatkan komen butsu(surem) dari pembaca, gampang. Buka Youtube, ketik Younglex. Kalian baca tuh komennya. Lebih sedih men! Biar langsung bersyukur komik kalian cuma dikomenin kek gitu doang. Udahlah terima aja, jangan cuma ngarep komik lo dipuji-puji. Padahal kalau dihitung, jangan-jangan yang ngatain lo coma 10% (walau sakit), tapi masih ada 90% yang mendukung komik lo. Baper banget lo cuma ngeliat yang 10%,” kata Faza.

pio
Cieee . Dari kiri: Dimaz Prasetya, Charles Johannes Siagian, Faza Meonk

Katanya Faza sih, biasanya sebagian produser film main ke toko buku, nyari buku yang best seller  buat difilm-in. Karena memang serentetan buku si Juki laku di pasaran, suatu hari Faza dikontak. Si Juki mau difilmin! Akhirnya nongol deh trailer Juki The Movie pas gue nonton di bioskop.

 

Dalam Si Juki The Movie, Faza berperan sebagai Director. Siapa sangka yang tadinya Faza kembali menjadi komikus, sekarang kembali ke dunia animasi. Semua ilmu yang dia pelajari dulu di dunia animasi kembali digunakan. Emang yang namanya belajar itu investasi ye!

15977819_10211594710453753_2880853411886756055_n15894869_10211596251132269_8425329254339072799_n

15941248_10211596903828586_6055014136994741045_n
12 Januari 2017, press converence Si Juki The Movie bersama sutradara, jajaran cast dan team produksi (source pic: doc)

Proses recording Si Juki The Movie

15977077_10211617230776747_366866092254708935_n
14 Januari 2017, hari ke-2 (Source pic: doc)
16003263_10211627001781016_4936823225110044203_n
15 Januari 2017, hari ke-3 (source pic: doc)

15977381_10211635831001741_7828038511273982965_n

16142482_10211637068232671_4621218633686419885_n
16 Januari 2017, hari ke-4 (source pic: doc)
15940547_1568410339854157_77117991699338234_n.jpg
Source pic: doc
1b
19 Januari 2017, hari terakhir proses recording (source pic: doc)
1459102_10205972150533269_7527476665747731091_n
Sebenarnya nggak cuma Juki aja, tapi Faza Tikus pengen banget bisa memfilmkan karakter fiksi lokal yang lain. (Source pic: doc)

11919_avatarkaskus.jpg

unnamed-3
Dari kiri: Gue dan si lera Faza. Semoga nih anak maju terus, biar semua karakter yang dinaungi Pionicon juga ikut maju. Gue nggak sabar buat ngelihat di mana industri kreatif Indonesia yang lebih meriah!

 

.  BACA JUGA: Viona Paramita, Nail Artist Juragan POPCOAT Spesialis “Kecil-Kecil”

BACA JUGA: GUE NONTON SI JUKI THE MOVIE

Perjalanan Faza Meonk Si Kucing Liar Yang Lincah

13 pemikiran pada “Perjalanan Faza Meonk Si Kucing Liar Yang Lincah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s