Beresin Rumah = Beresin Hidup

Rumah, tempat pandangan mata memulai dan menutup hari. Yah, walaupun untuk beberapa teman dari profesi tertentu kadang tidak mendukung statement ini, karena seringkali begadang di kantor. Tapi buat gue, rumah yang nyaman berpengaruh besar untuk memfasilitasi me time gue, waktu beristirahat, maupun berkarya di luar office hour. Penampakan keadaan rumah/kamar mencerminkan kepribadian orang yang tinggal dan merawat kediamannya.

Terus, gue mau beres-beres rumah. Soalnya berantakan kayak bubur ayam yang diaduk. Enak sih, tapi berantakan. Tepatnya bukan rumah sih, tapi apartemen. Mungkin ini bukan bulan yang lazim untuk beres-beres rumah, masih September gitu. Biasa kan orang beberes sebelum tahun baru ya. Tapi, gue ngerasa mau membuang banyak hal yang sebenarnya nggak berguna di kediaman gue. Daripada bikin mumet.

 

Idenya dari sini sih. Tapi gue nggak segininya juga.

Pengennya kandang gue semakin simple, simpen barang yang emang berharga atau perlu saja. Tumpukan barang yang nggak kepake ini kan sebenarnya nggak bikin gue makin tajir juga ye. Mendingan diberesin. Mau nyortir yang nggak kepake, sebagian disumbangin atau dikasih ke orang yang membutuhkan. Dan gue nggak mau menunggu sampai tahun baru untuk ngeberesin ini semua. Yoi.

Jadi, mari kita lakukan inspeksi. Jadi awalnya, penampakan apartemen gue macam gini.

Apartemen Johana Kusnadi
Di sebelah kiri, terdapat tempat cuci piring. Kanan, kompor, dan space buat naro beberapa bumbu masakan. Ini area buat gue masak-masak gitu.
Dapur Johana Kusnadi
Jadi, gue biasanya menumpuk semua bumbu dengan berantakan. Beneran. Malah nggak cuma bumbu yang ditumpuk di sana.
Dapur Johana Kusnadi
Tuh. Ada susu yang nggak pernah gue minum-minumin, banyak deh nggak jelas. Jangan-jangan ada yang udah expired. Paper bag yang di kanan itu aja nggak ada isinya loh. Ngapain juga coba gue diemin di sono.
Dapur Johana Kusnadi
Di sebelah kanan kompor, ada dus termos yang udah setahun nggak digerakin ada di sana, dipake juga nggak. Ngapain gue taro di sana juga sih. Aromatherapinya sih kadang masih gue pake.
Dapur Johana Kusnadi
Barang suka ditumpuk aja gitu. Mumet sih lihatnya, tapi didiemin. Tambah mumet.
Apartemen Johana Kusnadi
Lalu apa aja sih isi rak-rak itu?
Apartemen Johana Kusnadi(14).jpg
Kalau dibuka, isinya begini. Kalau part buat masak-masak sih mendingan ya, rapih. Kalo box-box itu…. Sebenarnya nggak semua harus gue simpen dan tumpukin sih.

Rak

Apartemen Johana Kusnadi
di laci bawah, plastik-plastik yang didapat dari belanja dan biasa dipake untuk kantong sampah, dijejelin nggak jelas. Mumet.
Apartemen Johana Kusnadi
Di atas kulkas juga nggak rapih naro barangnya. Itu kotak permen udah nggak ada isinya kali. Seinget gue, isinya suplemen kalsium.
Processed with VSCO with a6 preset
Di pojok sebelah sini, layoutnya agak aneh. Memang layout apartemen jadi nggak ganteng setelah gue beli mesin cuci itu. Nggak bisa ditaruh di slot lain ataupun lemari rapih khusus mesin cuci, karena nggak muat. meja di kiri yang tadinya buat mini bar, jadi meja pojokan. Terus ya gitu, barang-barang berantakan.
Apartemen Johana Kusnadi
Itu botol air yang di deket Rinso, udah lama nggak dipake, tapi didiemin di situ. KENAPA DITARO DI SONO YEEEE.
Apartemen Johana Kusnadi
Mari kita beranjak ke ruang tengah. Mungkin harusnya namanya ruang belarakan. Tuh, tas yang nggak kepake, bantal, segala macem, ditaro begitu saja di sofa.
Processed with VSCO with a6 preset
Biasanya kalau kerja, gue duduk di bean bag itu. Lagi mempertimbangkan untuk beli meja dan kursi kerja yang proper.
Apartemen Johana Kusnadi
Barang-berserakan gak jelas. Beneran. Bikin mumet.
Apartemen Johana Kusnadi
Tuh kan. Barang pada berantakan padahal nggak dipake lagi. Udah tau bikin mumet, tapi nggak diberesin.
Apartemen Johana Kusnadi
Kalo lacinya dibuka, isinya juga berantakan. Tuh laci kadang dibuka aja susah karena dalemnya berantakan dan ada yang nyangkut!
Apartemen Johana Kusnadi
Syal yang sehari-hari gue pake, biasa ditumpuk aja kayak gitu ahahahha. Trus di bawah tumpukan itu… ada raket badminton. Ngapainnnn coba gue taro di sono.
Apartemen Kuningan Place
Kamar tidur sih udah lumayan rapih, dan sebelumnya, sebagian baju udah gue rapihin. Sebagian gue hibahkan.

Apartemen Johana Kusnadi

Apartemen Johana Kusnadi
Dengan jam weker yang dibeli di IKEA dan baru dipake seminggu tapi wekernya nggak berfungsi.
Apartemen Johana Kusnadi
Ini pojok paling berantakan di kamar. Baju-baju yang udah dipake tapi nggak langsung dicuci karena masih bisa dipake, ditumpuk di atas rak buku.
Apartemen Johana Kusnadi
Pas bajunya diangkat, ada komik dan alat olahraga yang jarang banget diapa-apain.
Apartemen Johana Kusnadi
Ini meja sebelah ranjang. DI pojok, ada botol parfum yang isinya udah habis tapi didiemin di sono nggak tau udah berapa lama. Karena selama ini mikirnya, “apa botolnya bisa dipake buat apa ya?”

 

Akhirnya gue mulai deh beberes. Beberapa item yang emang ternyata udah rusak, expired dan nggak jelas untuk apa eksistensinya, gue take out. Gue mau lebih selektif juga ketika membeli barang, biar nggak menuh-menuhin space di apartemen, dan bikin mumet. Biar berasa lebih simple dan fresh. Hasilnya kayak gini πŸ™‚

Apartemen Johana Kusnadi
Beberapa tas yang sudah rusak dan nggak dipake, gue take out. Semua plastik bekas, paper bag juga gue rapihin. Wah, jadi lega gini ruangnya!
Apartemen Johana Kusnadi
Rak atas juga diberesin πŸ˜€
Apartemen Johana Kusnadi
Gue menemukan vinegar yang udah expired dan botol yang nggak kepake. Take out!
Apartemen Johana Kusnadi
Nah, jadi lebih lega kan! (JANGAN-JANGAN CUMA SUGESTI)
Apartemen Johana Kusnadi
Rapi dan ganteng
Apartemen Johana Kusnadi
Dengan kekuatan bulan, keajaiban terjadi
Apartemen Johana Kusnadi
Cie rapih cie
Apartemen Johana Kusnadi
Banyak kertas nggak jelas, perintilan, gue take out.
Apartemen Johana Kusnadi
Gara-gara ranjang udah rapih, langsung dibajak sama Brown. Jahad!
Apartemen Johana Kusnadi
Buat barang yang di meja sebelah ranjang, sebagian gue buang dan sebagian gue taro di dalam laci.
Apartemen Johana Kusnadi
Kyaaa rapih, seger
Apartemen Johana Kusnadi
Ternyata pojok ini bisa lebih manusiawi

 

rinso
Seger! Gue merasa baru dicuci pake Rinso. Ternyata menyingkirkan hal-hal yang cuma bikin mumet itu, rasanya positif! Dan, semoga habbit ini berlangsung lebih lama dari yang gue pikirkan.

 

Yuk beres-beres! Mumpung menjelang weekend! ^^

 

Beresin Rumah = Beresin Hidup

13 pemikiran pada “Beresin Rumah = Beresin Hidup

  1. H -4w sebelum scheduled csect, dan rumah masih berantakan. I dont know where to start! tp membaca postingan ini, jd semangat beberes deh. dimulai dr kamar tidur dulu kayaknya yaa…. makasih dan salam kenal!

    Disukai oleh 1 orang

  2. Aryani Kristanti berkata:

    Jojoooo…. Lu kudu baca bukunya Maria Kondo “The Magic of Tidying Up”.. Bikin ga cuma pengen beresin kamar tapi juga beresin diri 😁
    Sukakkk apartemen lu versi lebih rapi… yaiyaklah ya…πŸ‘ŒπŸ‘Œ

    Disukai oleh 1 orang

  3. setuju banget anjir wkwkwk, motivasi gw tiap kali beres-beres tiap weekend adalah, anggap saja ini sedang membersihkan diri sendiri dari berlumuran dosa selama 6 hari kebelakang, dan dalam rangka memperbaiki diri demi masa depan yang lebih cerah dan bahagia! :))

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s