Ingat Untuk Bahagia

TIket Denpasar
Saat menulis artikel ini, gue sedang ada di Bali. Jadi, 14-17 Desember 2017 gue ada di Bali karena salah satu teman baik gue akan menikah di tanggal 16 Desember 2017. Tentu saja tanpa berpikir dua kali, dari jauh hari gue langsung booking tiket dan penginapan untuk mempersiapkan kehadiran gue ini. Tapi sisa waktunya, gue lebihin biar bisa nongkrong sambil kerja di berbagai tempat di sini. Bali gitu loh. Ya sekalian dong ah seneng-seneng dikit.

Johana Kusnadi
Tapi entah kenapa akhir-akhir ini pikiran gue lagi mumet gitu. Keliatanlah dari rambutnya yang jarang sisiran (ini mah dari dulu kali…). Mikirin masa depan, mikirin ini itu gitu. Terus malah jadi nggak maksimal dalam segala hal. Gue merasa akhir-akhir ini cuma menggunakan sebagian persen dari kemampuan gue, dalam segala hal. Jahat banget kan ke diri sendiri, bikin diri sendiri malah jadi nggak maksimal. Mau ngapa-ngapain, bosen. Nggak seru.

 

Pantai Bali
Sampai gue sadar, loh sebentar lagi gue kan mau ke Bali gitu. Harusnya kan gue seneng ya. Cuma, dalam pikiran gue ya isinya, ya ini bukan liburan, cuma mau pindah tempat kerja aja. Gue emang mau kerjain beberapa hal di luar kerjaan full time gue soalnya. Bahkan ketika otw ke bandara, sebenarnya gue sambil dijemput teman dan sepanjang perjalanan, kita meeting di dalam mobil. Begitu gue sampai di bandara dan didrop, dia bilang,”yaudah Jo, enjoy ya di Bali!” Sedangkan gue belum merasa gue bakalan have fun dalam artian berlibur.

 

Kebetulan gue flight pulang pergi bareng sama Adit, teman baik gue yang memang mau pulang kampung ke Bali. Trus pas kita lagi makan bareng, salah satu kebiasaan jelek gue nongol. Gue mengeluh.

Gue: Hadeh, pusing ah.

Adit: Kenapa lu?

Gue: Gapapa. Mikirin kerjaan.

Adit: yaelah gue juga sama kali banyak kerjaan. (Dia di depan laptop, sambil ngurus kerjaannya). Tapi gue seneng-seneng aja tuh.

Aditya Suryadarma
Bener juga sih. Padahal bisa aja Adit lagi punya beban yang lebih gede dari gue. Tapi dia santai aja.

***

Suatu hari gue ngumpul dengan beberapa temen gue, kelompok yang udah kayak keluarga sendiri saja. Di sini kita membahas berbagai hal, dan gue jadi diingatkan oleh beberapa hal. Semua orang punya permasalahan sendiri. Semua orang punya pusingnya sendiri. 

 

Rita Hermanto
Dan gue jadi inget statement dari seorang teman di minggu lalu

 

***

Terus, ada satu hal yang gue nggak bisa lupa. Kemarin itu partner gue bilang, “Cuma yaudahlah coba jalanin aja. Papa aku pernah bilang juga, hidup itu indah. Kenapa dia bilang hidup itu indah? Dia yang punya 7 komplikasi penyakit aja bisa ngomong begitu.”

 

Jleb.

 

Sepertinya gue emang kurang bersyukur aja. Kalau diingat-ingat, gue berlimpah dengan berkat dan kesempatan yang selalu datang. Gue dikelilingi teman-teman yang baik. Gue punya kerjaan yang bagus. And so on. Tuhan amat sangat memberkati gue.

 

Semua orang pasti punya masalah, tinggal bagaimana menghadapinya. Kalau keder, jangan terlalu sombong untuk minta tolong sama orang lain. Opportunity banyak, tinggal difollow up aja.

 

Johana Kusnadi
Let’s have fun di Bali, dan siap menghadapi tahun depan yang lebih semangat 🙂 (Dokumentasi diambil di Barbero Coffee, Bali)

 

🙂

 

13 respons untuk ‘Ingat Untuk Bahagia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s