brand featured inspirasi review Thinking

Hobi Belanja Barang Preloved

Siapa aja selain gue yang suka belanja barang preloved juga? Lol.

Sebelumnya biar kita sama persepsi, berikut penjelasan definisi barang preloved yang dimuat di artikel Marketeers:

Yang Membedakan Barang Preloved dengan Barang Bekas
Di artikel Marketeers, Samira Shihab (CEO Tinkerlust) menyatakan kalau barang preloved itu bukan barang bekas, melainkan produk high quality yang bisa dibeli dengan harga yang terjangkau. Malah beberapa orang berpikir kalau membeli barang berkualitas merek ngetop bisa jadi investasi karena seringkali jadi buruan. Misalnya, tas merek Channel yang harganya bisa makin naik.

Gue sendiri ada masanya suka banget belanja dan jualan preloved di aplikasi Carousell atau Instagram Story. Seru banget rasanya pas beres-beres rumah, dan memilah sebagian barang yang memang sudah nggak “spark joy” ala Marie Kondo, untuk disumbangkan, dijual, dan yang memang sudah nggak layak untuk keduanya, dibuang atau didaur ulang untuk penggunaan yang berbeda. Contohnya, kaos gue yang udah buluk level neraka tapi penyerapan airnya masih bagus, bisa gue alih fungsikan jadi kain lap untuk lantai. Seru kan! Lebih seru lagi pas jual preloved ada yang mau beli. Lumayanlah jadi duit. LOL.

Untuk belanja, gue nggak selalu beli di toko yang menjual barang baru. Menurut gue belanja barang preloved itu ada seninya. Apalagi kalau bisa dapet barang baru yang memang nggak dipakai sama orang dan dijual dengan harga miring, seni tingkat tinggi nih hahaha.

Akhir-akhir ini gue suka mantengin beberapa influencer ataupun teman yang jualan barang preloved mereka di Instagram maupun aplikasi tertentu. Tujuannya, biar gue bisa dapet barang yang gue mau dengan harga yang lebih murah dibandingkan pasaran. Karena yang gue follow adalah influencer yang gue percaya jadi gue juga cukup yakin sama barang yang direkomendasikan atau yang mereka miliki, harusnya “sudah tersaring” kualitas dan originalitasnya.

Kalau influencer gitu kan biasanya barangnya ada macem-macem tuh yang brandnya keren-keren sampe brand yang gue nggak tau karena bukan di lingkup itu. Jadi gue berharap bisa dapat barang yang lucu, bagus dan berkualitas!

Untuk belanja barang preloved berupa kosmetik atau skincare dari influencer, trigger awalnya adalah ketika salah satu beauty influencer yang Instagramnya gue follow, Janine Intansari jualan barang preloved di Carousellnya. 

YSL Vynil Cream Lip Stain no.413 Bourgogne Alternative
Pertama kalinya gue beli produk preloved berupa kosmetik dan belinya banyak banget pula. Biasanya pasti beli baru. Dan gue beli YSL Vynil Cream Lip Stain no.413 Bourgogne Alternative, ini pertama kalinya cobain Lip tint premium :’) Dengan kondisi 85% dijual Rp 35.000 dong padahal barunya $37.00

Cuma sayangnya akun tersebut dipegang admin dan sepertinya sedang nggak terlalu aktif.

sensual mouth
Btw abis gue cobain Lip tint premium, racun sih. Jadi ketagihan. Abis itu pas lewatin store DIOR di Pacific Place, gue cobain dan beli 1 lipstik. Ternyata emang beda ya lipstik Rp 500.000 sama Rp 50.000. Hiks! Ternyata ini rasanya menggunakan liptint premium. (Source image)

 

Preloved
Terakhir, gue beli beberapa skin care dan make up dari akun Instagram @agustine.preloved, milik beauty influencer Agustine Gozali. Lumayan, beberapa masih baru dan dapet bonus masker muka 2.
Luxcrime Charcoal Mint Mud Mask
Charcoal Mint Mud Mask Luxcrime yang masih baru ini gue beli seharga Rp 80.000, padahal gue cek harga di Female Daily Rp 129.000
Luxcrime Ultra Highlighter Stardust
Luxcrime Ultra Highlighter Stardust masih baru. Lumayan buat coba make yang namanya highlighter. Beli Rp 85.000 padahal harga aslinya Rp 139.000
N'pure Face Toner Centella Asiatica
N’pure Face Toner Centella Asiatica masih baru juga, beli Rp 70.000 padahal harga pasarannya Rp 100.000
MAKE OVER  Velvet Mattifying Primer
Gue lagi suka brand MAKE OVER dan pake bedak dan powerskin moisturizernya jadi gue juga beli Velvet Mattifying Primer yang belum pernah gue coba. Isinya masih 90%. Beli Rp 50.000, harga pasaran barunya Rp 93.000
Make Over Lip Pallete
MAKE OVER Lip Pallete baru dipake dikit banget dengan keadaan kuas masih baru. Lumayan buat gue cobain karena sebelumnya nggak pernah beli lip pallete. Gue beli Rp 90.000 di mana harga pasaran barunya Rp 149.000

Lumayan kan hasil perburuan gue! Rasanya senang bisa dapat barang bagus dengan harga miring! Beberapa kali gue juga pergi ke acara #TukarBaju yang dibuat Zero Waste Indonesia, atau datang ke bazar preloved yang diadakan Setali Indonesia dst.

Tapi pengalaman gue belanja preloved nggak selalu mulus. Satu hari gue pernah datang ke bazar preloved yang diadakan oleh salah satu forum besar untuk perempuan dan platform penjualan barang preloved premium. Di sana gue belanja beberapa produk skin care, salah satunya gue beli salah satu produk skincare premium yang katanya masih hampir baru seharga Rp 300.000. Botolnya cukup berat jadi gue pikir memang isinya pasti masih banyak. Tapi ternyata pas dipakai nggak sampai seminggu sudah nggak bisa keluar isinya. Sedih banget sih. 

Tapi gue nggak kapok sih, harus lebih cermat ajalah milih barangnya. Tapi jangan sampai karena ketagihan belanja preloved jadinya beli barang yang nggak dipakai ya! Nanti yang ada expired terus kebuang. Lol. Atau malah numpuk di rumah sampai berdebu. Samjubong cuy.

 

BACA JUGA: Mana Hobi Kamu: Beli Buku, atau Baca Buku?

BACA JUGA: Masker Mahal Kadaluarsa: Buang Atau Simpen di Kulkas?

BACA JUGA: Cravar, Leather Goods Lokal dengan Kualitas Produk dan Pelayanan yang Bagus Banget!

 

0 comments on “Hobi Belanja Barang Preloved

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: