Sticky post

Main ke ComicFest ID 2018 di Jakarta

Setelah diajak ko Yudhanegara Njoman, salah satu Lord (maaf gue lagi nonton Game of Throne lagi) nya acara ini, 8 Juli 2018 gue mampir ke ComicFest ID 2018 di Epiwalk, Jakarta. Shenang banget sih ke sini, karena gue udah jarang banget mampir acara pop culture yang relate sama komik gini. Apalagi lokasinya dekat banget sama apartemen tempat gue bersarang.   Kalo mau jujur, pas awal … Continue reading Main ke ComicFest ID 2018 di Jakarta

Sticky post

Ternyata Tokyo DisneySea Beda Sama Dufan

Masih dalam rangkaian cerita gue dari artikel sebelumnya: “Sobat Kismin ke Jepang #Part 1″, salah satu yang mau gue share adalah tentang Tokyo DisneySea. Habis itu, baru deh artikel “Sobat Kismin ke Jepang #Part 2”.

BACA JUGA: Sobat Kismin ke Jepang #Part 1

Waktu direkomen para #SobatKismin buat ke Tokyo DisneySea, gue agak males. Gue pikir paling sama aja sama Dufan, di mana terakhir gue pergi ke sana pas SMP, besoknya gue mimisan dan sakit panas. Cupu. Tidak berani main wahana yang seram. Jadi males. Tidak excited.

Tapi waktu gue nyamain Tokyo DisneySea sama Dufan, gue dibully oleh para #SobatKismin. Oke gue beli tiketnya di Traveloka, harganya Rp 941.499,-. Jir, karena mahal, gue berekspektasi tinggi banget. Misalnya di sana bisa ngobrol sama Elon Musk (ITU MAH KE SPACE X, COT!)

Pas nyampe, para #SobatKismin sadar gue melakukan keblunderan. Tiket gue beda sendiri. Gue belinya…. tiket Tokyo Disneyland. Untung di sana bisa dituker, cuma gue harus nambah 900 Yen. Mana jalan kaki buat nukernya jauh banget pula T.T kubersala sama para #SobatKismin. Kusayang semuanya.

 

Tokyo DIsneySea
Tokyo DisneySea adalah taman hiburan di bawah Disney Franchise. Makanya di sana wahananya bakalan Disney banget deh. Untuk ke kawasan wahana, pengunjung yang sudah megang tiket Tokyo DisneySea bisa naik kereta yang super lucu ini. Tapi bayar. Kalau jalan kaki emang jauh sih.

Continue reading “Ternyata Tokyo DisneySea Beda Sama Dufan”

Sticky post

Berkantor di Bangunan Seksi, Gedung Tempo Media Group

Ada pertemuan ada perpisahan. Seperti yang sudah gue ceritakan sebelumnya, gue kerja fulltime di Tempo Institute dari Januari 2017. Dan pada tanggal 30 April 2018 kemarin, gue mengakhiri masa jadi fulltimer Strategic & Operational Development (title doang lah ini, ada kerjain beberapa jobdesk lain sih) di sana.

Tempo Institute
Namun hari itu nggak cuma gue yang cabut sebagai fulltime consultant. Guster Sihombing, salah satu team Tempo Institute memutuskan menjalani petualangan baru di perusahaan lain.
Tempo Institute
Jadinya akhir bulan kemarin, dibikinin deh acara perpisahan kecil-kecilan sama ibu suri, Direktur Tempo Institute, Mardiyah Chamim. Terima kasih untuk ajakan bergabung di team ini

Contoh bhineka tunggal ika. So sweet

3 ular beludak. Batak – Cina adu gaya. Yang lebih keren dapet angpao.

 

Tempo Institute
Foto keluarga Tempo Institute. Dari kiri: Sinta Rachmawati (kulitnya mulus gegara minum banyak air putih), Pompila Nasril (keuangan), Dahlia Iskan (community girl), Martin Rambe (miracle guy, dengan managemen keuangan tingkat dewa), gue (di TI biasa dipanggil “Cik Jojo”), Saepul Al Wawan (mahasiswa korea lagi duduk), Etha Handayani (gue tunggu dia usaha kuliner, enak banget masaknya), Jefry Adhipardana (temen maen badminton), Putri (kalem keibuan), Mardiyah Chamim (Ibu Suri). Guster Sihombing (bijik mata berbisa), Sherlina Eoudia (lidah berduri), Fadhli Sofyan (fans berat Vagetoz), Yus Ardiansyah (Pakep), Dewi Angganis (keuangan)

Sebenarnya ada beberapa team yang baru masuk dan nggak sempet ikutan photoshoot session ini, Nenes, Alya dan Putri.

 

Gila sih, dari yang sebelumnya beberapa kali kerjasama dengan Tempo Media Group sampai kemarin hampir setengah tahun fulltime di Tempo Institute, gue bener-bener belajar banyak hal baru. Nggak bisa dinilai dengan uang deh. Bisa sih, soalnya badan gue gemukan, anggep aja makmuran.

Tempo Media Group
Karena gue mengagumi arsitektur gedung Tempo Media Group, gue pingin share juga nih di sini beberapa dokumentasinya. Asli keren. Kantor Tempo Institute berada di Gedung ini, bertempat di Palmerah, Jakarta, yang isinya semua anak perusahaan Tempo Media dengan ratusan team. Hal yang menarik adalah bisa menambah teman dan kolaborasi antar perusahaan. Anyway gue bersyukur banget bisa kenal semua teman-teman di sini maupun partner dan klien yang sempat berinteraksi sama gue.

 

Gedung Tempo Media Group ini dirancang oleh DHDT Architec, Didi Haryadi dan Danang Triarmoko. Ide mereka yang didiskusikan juga dengan team Tempo menghasilkan konsep bentuk bangunan Gedung Tempo Media Group diisnpirasi dari bentuk tumpukan beberapa bundel majalah Tempo, yang digeser sedikit memutar.

Continue reading “Berkantor di Bangunan Seksi, Gedung Tempo Media Group”

Sticky post

Nyobain XPS 13 2in1 dari Dell

Karena yang sekarang gue pakai adalah laptop kantor, dan laptop pribadi gue udah semacam gue hibahkan ke kakak gue, jadi sepertinya gue harus beli laptop personal yang baru.

Yang pasti karena kelihatannya gue akan mobile banget seperti biasa, gue mau laptop yang batrenya kuat dan bodynya enteng. Enteng banget. Karena kalau nggak kan berat tuh. Terus gue mau yang praktis, nggak lemot dan memudahkan hidup gue.

Intinya kebutuhan gue itu biasa untuk nulis, research, bikin presentasi dan konsep, kadang pakai Adobe Photoshop dan ilustrator, juga kebutuhan pendataan dan koordinasi kerjaan. Gue nggak mau kalau lemot.

Akhirnya awal Oktober 2017, gue order Macbook dari salah satu e-commerce. Lumayan banget kan, beratnya nggak nyampe satu kilogram. Sambil harap-harap cemas barangnya sampai, tau-tau ordernya dibatalkan karena barangnya kosong. Terima kasih loh PHPnya ^^. Apa gue beli Microsoft Surface Pro ya? Atau ipad pro? Tapi nanggung kalo ipad karena OSnya sama kayak iphone. Tapi gue pengen kepraktisan tab! (Banyak lagak, kayak ada duit buat beli aja! COT)

Sambil sedang menimbang-nimbang lagi mau beli komputer apa, beruntungnya Elizabeth R. Pabunag, Corporate Communication dari Dell Indonesia, berbaik hati mau minjemin unit komputer Dell ke gue. XPS 13 2in1, harganya 27,999,000,-. Oke, gue langsung stalk di Youtube, apalagi katanya besok unit Dell ini akan dianter sama agencynya ke apartemen gue. Yesh! Tapi gue cuma mau lihat video advertisingnya aja, bukan video review. Biar gue nggak ekspektasi gimana-gimana, langsung ngerasain sendiri.

 

 

Menarik juga sih. Btw gue nggak akan nulis tentang detail spesifikasi produk yang lo bisa baca langsung di websitenya, gue cuma mau komen dari pengalaman gue menggunakan produk ini aja.

Continue reading “Nyobain XPS 13 2in1 dari Dell”