Name Card Baru Jojo, Design By TMV

Jadi setelah gue memutuskan untuk resign dari perusahaan gue yang lama, sekarang gue ngeblog di platform sederhana ini. Tapi sebenarnya, hari ini gue sudah resmi mulai menjadi Strategic & Operational Development di Tempo Institute untuk setahun ke depan (akhirnya si pengangguran sombong memilih). Tapi hari ini gue mau bercerita tentang, akhirnya gue membuat personal name card sebagai blogger! Ahayyyyy!

BACA JUGA: Terlalu Banyak Cinta

Sebenarnya yang bikin shenang itu bukan cuma karena akhirnya punya personal name card, tapi karena gue lumayan sensitif soal design, gue shenang aja kartu nama gue di design oleh Timothy Istianto, Graphic Designer dan Illustrator dari TMV. Biasa sih gue panggilnya Timmy biches. Tapi soal graphic design sih gue sembah dah. Gue beri! Kalau buat design website ini sih yaudah dulu deh pake template dari WordPress. Kapan-kapan gue urusin.

shut-up-and-take-my-money-22-photos-22.jpg
Reaksi waktu Timmy bilang mau support gue dengan mendesign kartu nama buat gue kira-kira begini. Enggak ada duit sih, apalagi dia udah level “kelas banget” tapi dia gak mau dibayar malah yang ada gue dimarahin. “Gue gak mau dibayar! Ini support dari gue sebagai teman!” kata Timmy.

1219-0-cry.jpg
Reaksi gue cuma bisa berterimakashiong akan ketulusan hatinyah. (Doc: sumber)
Lanjutkan membaca “Name Card Baru Jojo, Design By TMV”

Name Card Baru Jojo, Design By TMV

Tentang Sesuatu Yang Berharga

Pada beberapa waktu lalu, gue berkesempatan main ke daerah yang selalu istimewa dan bikin kangen, Jogjakarta. Sebenarnya tujuan utamanya adalah menghadiri dan mensupport kawinan sahabat baik gue di tanggal 17 Desember 2016.

Nah. Ketika di Jogja, selain kegiatan menyangkut kawinan temen gue, sisa waktunya mayoritas gue diculik beberapa teman untuk makan, berkeliling Jogja, cobain makanan khas maupun main ke daerah wisata di sana. Pada 15 Desember 2016 gue diculik main ke Keraton Jogja dan Museum Kereta di sana. Lanjutkan membaca “Tentang Sesuatu Yang Berharga”

Tentang Sesuatu Yang Berharga

Temen Beneran Nggak Minta Harga Temen Apalagi Gratis

21
Tulisan gue kali ini gue dedikasikan untuk orang yang hobinya bukanya baca buku berbobot, belajar, bermanfaat untuk orang lain, kerja yang bener, makan enak, tapi malah suka mengeluarkan statement di bawah ini. Actually tulisan ini gue bikin buat mengingatkan diri gue sendiri juga. Bukan buat yang nggak ada duit beneran, tapi emang kayak gitu aja orangnya. Pasti di antara kita pernah mendengar statement seperti ini:

Lanjutkan membaca “Temen Beneran Nggak Minta Harga Temen Apalagi Gratis”

Temen Beneran Nggak Minta Harga Temen Apalagi Gratis

Memilih Circle Terdekat

Tidak membanggakan memang, gue memiliki beberapa julukan dari teman-teman di sekitar gue. Salah satunya adalah “Jojo – si semua itu teman” karena memang gue sering mengatakan, “semua itu teman.” Dari julukan ini sih, yang paling sedih adalah ketika muncul asumsi masyarakat kalo gue ini tukang friendzone. Tapi yaudahlah ya.

Ya, gue suka berteman. Gue selalu berusaha membalas semua notifikasi pada akun social media gue, email, maupun pesan dari aplikasi chatting yang gue dapat. Dalam hubungan kerjasama dengan partner maupun klienpun, gue senang sekali apabila bisa memiliki hubungan personal yang lebih dalam, yang lebih emosional. Apalagi ketika gue bisa tau kesulitan maupun pandangan terhadap beberapa hal dari point of view mereka. Berapapun umurnya, apapun backgroundnya.

unnamed
Kalaupun kayak gini, tetap gue usahain bales semua kok ._. (Tenang, itu jumlah notifikasi WhatsApp sejatinya gue photoshop biar lebai)
Lanjutkan membaca “Memilih Circle Terdekat”

Memilih Circle Terdekat

Terlalu Banyak Cinta

 

Ya, beberapa waktu yang lalu gue telah mengumumkan kepada team Kreavi.com kalau gue mengundurkan diri dari startup lokal ini. Tentu berat buat gue. Dulu gue selalu berpikir kalau gue nggak mau punya anak. Tetapi setelah mengasuh dan membesarkan “anak” yang satu ini, rasanya punya anak itu tidak terlalu buruk.

1
Doc: Kreavi

Singkat kata gue mengajak team Kreavi yang berada di Jakarta (maaf untuk yang ngantor di Surabaya) untuk tukeran kado bareng di apartemen gue. Like Christmas come early for us.

Akhirnya kita saling bertukar kado di kolam renang apartemen, malam-malam. Saking serunya gue harus beberapa kali mengingatkan agar kita tidak terlalu ribut, karena bisa mengganggu penghuni yang lain. Tapi emang parah si anak-anak, ada aja yang ngasih kado yang ngaco. Seperti Acu, senior desainer grafis, yang mendapatkan Axe deodorant spray, ya, produk untuk lelaki, dari Dadang. Udah bagus tuh anak gak disantet gara-gara khesal ahahahaaa.

Salah satu yang bikin senang adalah, semua hadir. It means a lot. Lanjutkan membaca “Terlalu Banyak Cinta”

Terlalu Banyak Cinta